Beruntungnya Diriku Bisa Bertetangga dengan Cewek Haus Seks

Beruntungnya Diriku Bisa Bertetangga dengan Cewek Haus Seks

Beruntungnya Diriku Bisa Bertetangga dengan Cewek Haus Seks

Beruntungnya Diriku Bisa Bertetangga dengan Cewek Haus Seks – Kisah ini dimulai ketika aku memutuskan untuk pindah dari rumah orang tuaku dan mengontrak sebuah rumah mungil di pinggiran Jakarta.
Kulakukan itu karena aku dan istriku ingin belajar mandiri, apalagi kini sudah hadir si kecil anggota keluarga baru kami.

Ku akui, aku bukanlah suami yang baik, mengingat petualangan liarku ketika masih belum menikah.
Sering aku bergonta ganti pacar yang ujung-ujungnya hanya untuk memuaskan libidoku yang cukup tinggi.
Namun setelah menikah, kuredam keinginanku untuk berpetualang lagi. Di hadapan istri dan lingkunganku, aku mencoba menampilkan sebagai sosok yang baik-baik.
Tidak neko-neko. Rahasia masa laluku pun aku simpan rapat-rapat.

Namun setelah satu bulan aku tinggal di lingkungan yang baru, tampaknya tabiat lamaku kumat kembali.
Di sekitar rumahku, banyak ku temui wanita yang menarik perhatianku.
Mulai dari ibu-ibu tetangga yang rata-rata tidak bekerja dan mahasiswi yang banyak kost di sekitar tempat tinggalku.

Beruntungnya Diriku Bisa Bertetangga dengan Cewek Haus Seks

Satu sosok yang menarik perhatianku adalah Nanik, tetangga kontrakanku, namun tetangga-tetangga yang lain memanggilnya Mama Ryan sesuai dengan nama anaknya.
Ketika pertama kali bertemu, ia terlihat berbeda dibanding ibu-ibu lain di sekitarnya. Wajahnya cukup cantik dengan Kulitnya yang kuning langsat, bodinya cukup montok namun tetap kencang walau usianya sudah di atas 37 tahun.
Payudaranya pun terlihat proporsional di balik kaus yang sering dikenakannya. Ia berasal dari Cianjur, jadi wajarlah kalo wajahnya cantik khas wanita priangan.

Namun segala pesonanya itu tertutupi oleh kehidupannya yang sederhana. Suaminya hanya seorang supir pribadi yang penghasilannya terbatas, belum lagi kedua anaknya sudah beranjak remaja, yang tentu saja memerlukan biaya yang cukup besar.
Hubungan istriku dengan Nanik cukup baik, sering Nanik berkunjung ke rumah dan ngobrol dengan istriku.
Pada saat itu aku sering curi-curi pandang ke arahnya. Sering ia hanya mengenakan kaos longgar dan celana pendek kalau main ke rumah, sehingga belahan dada dan sebagian paha nya yang putih mulus menjadi santapanku.
Dan kalo sudah begitu, batang penisku bisa mengeras diam-diam. Kapan ya aku bisa meniduri nya?

Info dari istriku pula lah akhirnya aku tahu kalo ternyata Nanik bekerja paruh waktu sebagai pembantu.
Seminggu tiga kali ia bekerja membersihkan apartemen seorang ekspatriat. Apartemen ini sering kosong karena sering di tinggal pemiliknya berdinas ke luar negeri, jadi ia di percaya untuk memegang kunci apartemen itu.
Namun kegiatannya itu tidak membantu banyak dalam masalah keuangan keluarga di tengah kebutuhan sehari hari yang semakin mahal, dan ini kesempatanku untuk menjadi dewa penolong baginya, walau ada udang di balik batu, ingin merasakan bagaimana rasanya jepitan vagina istri orang. hehehe

Strategi untuk mendekatinya pun mulai aku jalankan. Dia berangkat kerja selalu pagi hari. yaitu tiap hari Senin, Rabu dan Jumat pada pukul 7 pagi.
Aku tahu karena dia selalu lewat depan rumahku. Dia berangkat kerja menggunakan metro Mini.
Setelah tahu jadwalnya aku pun mulai mengatur siasat agar bisa berangkat bareng dengannya.
Kuatur waktu berangkat kerjaku yang biasanya jam 8 menjadi lebih pagi lagi. Kebetulan arah apartemen tempatnya bekerja searah dengan kantorku di Sudirman.

Senin pagi itu kulihat dia sudah lewat depan rumahku untuk berangkat kerja, aku pun segera bersiap siap mengeluarkan mobilku dari garasi.
Istriku sempat bertanya, koq hari ini berangkat lebih pagi. Kujawab saja ada meeting mendadak.
Mobil kulajukan perlahan menuju jalan besar dan kulihat di ujung gang. Nanik sedang menunggu Metro Mini yang akan membawanya ke Kampung Melayu.
Kuhampiri dia dan kubuka jendela mobil dan menyapanya.

Beruntungnya Diriku Bisa Bertetangga dengan Cewek Haus Seks

“Berangkat kerja Mbak Nanik?”

“eh….. iya mas Ardi,” jawabnya agak kaget.

“Bareng saya aja yuk, Mbak mau ke Kampung Melayu kan?’

“Iya mas……tp gak apa apa saya naik Metro aja,” Tolaknya dengan halus.

“Gak apa apa Mbak, kita kan searah ini, lagian metro mini kalo pagi pasti penuh,” ujarku coba membujuknya.

Dia sedikit bimbang, tapi akhirnya menyetujui ajakanku.

Dibukanya pintu depan mobilku dan masuklah dia, seketika aroma parfum nya pun menyeruak ke indera penciumanku.

“Terima kasih Mas Ardi. Maaf merepotkan.”

“Merepotkan apa sih mbak, wong kita searah koq.” Ujarku sambik tertawa ringan.
Khas senin pagi, lalu lintas pagi itu sangat macet. Di dalam mobil aku
pun menghabiskan waktu dengan ngobrol ringan dengannya. Banyak hal yang kami perbincangkan, mulai dari keluarganya, anak-anaknya, suaminya, lingkungan kerjanya
Intinya aku ingin lebih mendekatkan diri padanya agar tujuanku menidurinya bisa terlaksana. Tapi aku tidak mau terburu-buru.
Akhirnya kami tiba di Apartemen tempatnya bekerja, ku turunkan ia di pinggir jalan. Aku pun kembali melajukan mobilku ke arah kantor.

AGEN POKER ONLINE | SAKONG ONLINE | POKER ONLINE | AGEN CAPSA

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*